sharia.co.id – Kajian Ahad Pagi Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia kembali digelar. Kali ini hadir sebagai pembicara Dr. Anom Bowolaksono dari Departemen Biologi FMIPA UI. Acara ini bertema “Membedah Mukjizat Al-Qur’an tentang Penciptaan Unta.”

Kajian ilmiah itu berlangsung dari jam 7 sampai 8 pagi. Ustadz Anom menjelaskan tentang kemukjizatan dan keagungan penciptaan unta. Kajian berangkat dari Al-Qur’an Surat Al-Ghasiyah ayat 17: “Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?”

Ustadz Anom kemudian menerangkan hasil riset mutakhir tentang hewan yang identik dengan gurun pasir ini. Dalam uraiannya, dosen UI ini menjelaskan bahwa unta disebutkan 21 kali dalam Al-Qur’an. Hal ini menyiratkan bahwa unta merupakan hewan yang istimewa.

Hewan ini banyak memiliki kelebihan dibanding hewan lainnya. Di gurun pasir misalnya, unta adalah salah satu hewan yang dapat hidup di cuaca ekstrim panas. “Allah memberikan anugerah beradaptasi,” terangnya. “Unta memberi pelajaran kepada kita bahwa ia bisa di tempat mana pun, asalkan tahu caranya. Ia juga mengajari sabar dan ikhlas.”

Ustadz Anom menjelaskan, bahwa kaki unta bisa untuk segala jenis tanah. Kaki unta memiliki dua jari yang saling terkait dengan bantalan di kakinya yang fleksibel. Struktur yang terdiri dari empat bulatan tebal ini memungkinkan kakinya untuk bertahan dengan kuat di tanah.

Kaki ini benar-benar sesuai untuk segala jenis tanah. Kukunya melindungi tapak kakinya dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat pukulan ke tanah. Lututnya dilindungi oleh satu struktur yang disebut “calus” yang terdiri dari kulit yang sangat keras dan tebal seperti tanduk yang bisa melindunginya ketika duduk di atas pasir yang panas.

Sedangkan punuk unta banyak berisi lemak dan menyediakan zat makanan secara terus-menerus ketika lapar. Unta dapat hidup selama tiga minggu tanpa air. Dalam situasi itu, ia akan kehilangan 33% berat tubuhnya saja. Dalam situasi panas yang sama ekstrimnya, manusia akan kehilangan 8% berat tubuhnya, namun bisa mati dalam 36 jam karena manusia telah kehabisan air dalam tubuhnya.

Selain itu unta bisa hidup dalam suhu 51 celcius hingga 70 derajat celcius, dan bertahan dalam suhu dingin ekstrim sampai minus 50 derajat celcius. Saat minum ia bisa minum air kotor tidak harus air bersih. Unta sekali minum dapat menghabiskan 130 liter air, hanya dalam waktu 10 menit. Maka unta merupakan hewan yang siap dengan segala kondisi ekstrim panas maupun dingin.

Acara yang ditutup dengan doa ini dihadiri ratusan jamaah laki-laki dan perempuan. Dalam Kajian Ahad Pagi Masjid UI Depok itu, panitia senantiasa menyediakan kupon sarapan gratis kepada peserta.(Ilham Marta Syabana)